Selasa, 07 Juli 2015

anatomi dan fisiologi dalam massage

     A. Pengantar Anatomi
 Anatomi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri sari ana yang artinya memisah-misahkan atau mengurai dan tomos artinya memotong-motong. Maka anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur tubuh manusia dan hubungan bagian-bagiannya dengan yang lain. Sama halnya yang dikemukakan oleh Syaifuddin (2002 : 8) anatomi adalah ilmu betuk dan susunan tubuh dapat diperoleh dengan cara mengurai badan melalui potongan bagian-bagian dari badan dan hubungan alat tubuh satu dengan yang lainnya. (Drs. H. Syaifuddin, AMK/Penerbit Buku Kedokteran EGC/Halaman viii/tahun terbit 2002).

Ad.1. Sistem Skeleton

Sistem skeleton adalah sistem yang terdiri dari tulang (rangka) dan struktur yang membangun (sendi) di antara tulang-tulang. Secara umum fungsi dari sistem skeleton adalah :
1.      Membentuk untuk menopang tubuh,
2.      Sebagai alat gerak pasif,
3.      Melindungi organ-organ internal,
4.      Menyimpan dan melindungi sumsum tulang,
5.      Menyediakan untuk menyimpan kelebihan kalsium, dan
6.      Menyimpan lemak.


Pada manusia rangka dapat dibagi menjadi dua bagia besar, yaitu rangka aksial (membentuk sumbu tubuh, meliputi tengkorak, kolumna vertebra, dan toraks) dan rangka apendikular (meliputi ekstremitas superior dan inferior).

            Ad.2. Sistem Muscularis
 Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh manusia dan hewan yang berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang. Otot diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu :

1.      Otot Rangka
Otot rangka juga di sebut otot skelet atau otot serat lintang, otot bercorak, otot lurik dan musculus striata. Pada umumnya otot melekat pada dua tulang lebih, sehingga tiap otot mempunyai dua tempat pelekat. Istilah perlekatan pada segmen tulang biasanya digunakan:
a.      Punctum fixum (origo) yaitu perlekatan otot pada segmen tulang yang tidak ikut bergerak.
b.      Perlekatan proximal, yaitu perlekatan otot pada segmen tulang yang berada disebelah proximal (terletak lebih dekat dengan sentrum badan).

2.      Otot Polos
Otot ini juga disebut musculus nontriata, otot alat dalam, otot tak sadar. Otot yang ditemukan dalam organ pencernaan dan pembuluh darah, bekerja dengan pengaturan dari sistem syaraf tak sadar atau saraf otonom.Otot polos dibentuk oleh sel-sel otot yang terbentuk dari gelendong dengan kedua ujung meruncing, serta mempunyai satu inti tunggal.

  
        3.      Otot Jantung
Otot yang bekerja khusus untuk memompa darah pada jantung ini adalah jaringan otot yang sanggup berkontraksi secara terus-menerus tanpa henti. Pergerakannya tidak dipengaruhi sinyal saraf pusat. Otot jantung dapat dipengaruhi oleh interaksi syaraf simpatetik atau parasimpatetik yang memperlambat atau mempercepat laju denyut jantung, namun tidak dapat mengontrolnya secara sadar.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghD3CFRfEof0dqxzQ77x_-GUDdbOv6sxaxpJocKVUVrZXejK3rMo2SFkkGQ5OpGcuSihu2BXhT8WylcJSFTteossj0gcgB1qCb-7OyT-cNUg9GxiSFxhZpUchiJALenBGnCOzMFcYE2fQY/s1600/Gbr+Bagian-bagian+otot.PNG

            Ad.3. Sistem Sirkulasi

Sistem sirkulasi merupakan sistem peredaran darah ke seluruh tubuh melalui oksigen yang dikirimkan melalui darah sebagai alat transportasinya. Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah, sistem peredaran pada manusia tersusun dari jantung pusat utama, pembuluh-pembuluh darah dan darah itu sendiri.

  • Jantung  mempunyai 4 ruang yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel)  yang terletak di dalam rongga dada sebelah kiri di atas diafragma.
  • Pembuluh Darah Pembuluh darah terdiri atas arteri dan vena. Arteri berhubungan langsung dengan vena pada bagian kapiler dan venula yang dihubungkan oleh bagian endotheliumnya.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxwf7FIyOtHt7APtT5fnjKsH4WjynYm26_yvCC0TKqYMZMGrK3NBSdaTfsxJnPlhkzAst_hQZBXI5bVSOEJelTDadn-QDM-8RNK1XEeUHg24lYwqnuORhBfRNwUrP5OXXF-v8QkkOpE_b6/s1600/sirkulasi.gif


            Ad.4. Sistem Respirasi (Pernapasan)

Sistem pernapasan pada manusia merupakan sistem menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama.  System pernafasan pada manusai mencakup dua hal yaitu : saluran pernafasan dan mekanisme pernafasan.

Berikut adalah bagian-bagian organ alat pernapasan pada manusia :
a.       Hidung (Cavum nasalis)
b.      Tekak (Faring)
c.       Tenggorokan (Trakea)
d.      Cabang tenggorokan (Bronkus)
e.       Bronkiolus
f.       Alveolus
g.       Paru-paru

Ad.5. Sistem Digestifa (Pencernaan)

Sistem pencernaan manusia atau sistem digestifa secara umum berfungsi memproses makan yang kita makan. Sistem digestifa ini terdiri dari beberapa orga dan kelenjar yang mencerna makanan, energi dan ekstrak nutrisi, kemudian membuang produk sampingan berupa limbah. Saluran pencernaan terdiri dari usus kecil, usus besar dan anus, organ sperti hati, kandung empedu, dan pankreas juga meruapakan bagian dari sistem pencernaan.

Bagian organ sistem pencernaan manusia meliputi :
1.      Mulut
         Gigi         Saliva         Lidah
2.      Kerongkongan/Esofagus
3.      Perut/Lambung
4.      Hati dan Kantung Empedu
5.      Pankreas
6.      Usus Kecil
7.      Katup Ileocecal
8.      Usus Besar
9.      Rektum
10.  Anus
Ad.6. Sistem Nervus (Saraf)

            Sistem saraf adalah sistem koordinasi atau pengaturan tubuh berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf adalah sel saraf atau neuron. Sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas memungkinkan makhluk hidup dapat menyesuaikan diri dan menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Jadi, iritabilitas adalah kemampuan menanggapi rangsangan.


Ad.7. Sistem Endokrin (Hormon)

Sistem endokrin atau hormon adalah jaringan tubuh manusia dari kelenjar yang menghasilkan lebih dari 100 hormon untuk mempertahankan dan mengatur fungsi tubuh dasar manusia. Hormon adalah zat kimia yang dibawa dalam aliran darah ke jaringan seluruh tubuh dan organ, merangsang mereka untuk melakukan beberapa tindakan. Kelenjar dari sistem endokrin meliputi hipofisis, pineal, tiroid, paratiroid, timus, pankreas, adrenal, dan ovarium atau testis.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmRx2dtNolX55XhjmWjxvJfdW_vs0rgFXJWN1ssdARCkjyLbUBnLz2KwZTP-5RWjj-mZ7ZYtU_R9PNSDSBg5AsrglEPupyUKIB_ffSMwpO7A4E7nh-VGO735Gl4hFN8KwFlP6BTuUpINd3/s320/sistem-endokrin-1-638.jpg




Ad.8. Sistem Urinaria (Perkemihan)

Sistem perkemihan atau sistem urineri adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih di pergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih). Susunan sistem urinaria ialah ginjal, ureter, vesikula urinaria (kantung kemih), dan uretra.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhi0oC5QP19m8DKRdqkxGK9fFOaLa_4JAuTDNnJLJIRgbzoU294iUu9EpqEicQkVtz2UGCqFELTONrpuO9GhBgnfrzpd5zisYVr6UpF9OltzhjvyF-q2sF9j_0Padm7TnSPW5qyLfuGIs4F/s1600/Anatomi+Dan+Fisiologi+Sistem+Perkemihan+%2528Urinaria%2529.jpg


Ad.9. Sistem Mukosa

Sistem Mukosa imun adalah suatu bentuk imunitas kekebalan tubuh  yang bekerja di permukaan mukosa untuk mencegah terbentuknya koloni bakterial dengan komponen utamanya antibody IgA. Imonoglubulin ( IgA ) akan mengikat patogen sehingga patogen tidak bisa menempel pada reseptor yang ada pada permukaan sel epitel pada mukosa. Sistem imun mukosa 80% dari semua imunosit tubuh pada orang sehat.


Ad.10. Sistem Indera

Keadaan lingkungan sekitar kita dapat diperoleh melalui indera kita, yaitu mata, telingan, hidung, lidah dan kulit merupakan sistem indera manusia.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTnAMMuqOZM8vaZcJ8WyeXS7EnR9zpMVBY-bZuK5ofoItwo-BId2VHadcLX9tztb3cyRKCeQgmXSk0wEl47ByaBU6A-1Cz0CZk3G-vRB5BxzMXoLxJmR4qjfHiPNs_hp8qc4lF68IDWrMc/s320/panca+indra.jpg



       A. Pengantar Fisiologi

Fisiologi merupakan salah satu bidang ilmu yang mempelajari fungsi dari tiap-tiap bagian tubuh atau jaringan-jaringannya. Sama halnya seperti yang dikemukakan oleh Syaifuddin (2002 : 8) Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari faal, fungsi atau pekerjaan dari tiap jaringan tubuh atau bagian dari alat tubuh tersebut.(Drs.H.Syaifuddin,AMK/Penerbit Buku Kedokteran EGC/Edisi 3/Hal viii/tahun terbit 2002)  


B.1. Peranan Sport Massage Terhadap Sistem Muscularis

Seperti yang kita ketahui sport massage sangat berperan dalam fungsi sitem otot, otot membutuhkan keseimbangan dalam kondisi rileks atau ketika mengalami kontraksi. Beberapa kegiatan pijat/massage mampu mengendurkan dan meregangkan otot dan jaringan-jaringan lunak dalam tubuh, sehingga mengurangi ketegangan otot dan kram.


B.2. Peranan Sport Massage Terhadap Sistem Sirkulasi

Massage dapat menghilangkan tekanan pada arteri dan vena, sehingga memperlancar aliran darah yang masuk mengalir dalam sistem sehingga mengurangi kemungkinan timbulnya masalah pada sirkulasi dan ajntung.


B.3. Peranan Sport Massage Terhadap Sistem Respirasi

Atlit sering terjadi peningkatan aktivitas dalam paru-paru maka massage akan memberi respon ketika itu terjadi. Ketika treatment tersebut terus dilanjutkan, maka pernapasan menjadi lambat dan dalam. Jika perlu, ingus dan sekresi bronchial juga bisa didorong keluar dari paru-paru dengan gerakan perkusif pada punggung dan diatas paru-paru. (http://ws-or.blogspot.com/2011/09/sport-massage.html)


B.4. Peranan Sport Massage Terhadap Sistem Pencernaan

Massage bermanfaat ketika pijat mampu meningkatkan aktivitas peristalitas (gerakan seperti gelombang) sehingga zat-zat faekal menghilang dan pijat juga mengatasi sembelit. Pijat mampu memperkuat dinding otot-otot dari usus dan abdomen, dan merangsang sekresi sisa pencernaan dari hati, pankreas, perut, dan usus. Selain memperlancar pencernaan dan memproses makan, pijat juga bisa meningkatkan penyerapan makanan yang dicerna. (http://ws-or.blogspot.com/2011/09/sport-massage.html)

B.5. Peranan Sport Massage Terhadap Sistem Nervus

Seperti kita ketahui sistem saraf yaitu sistem koordinasi atau pengaturan tubuh berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Dalam sport massage sangat berperan, efek massage terasa nyaman dan sedatif dan mampu mengurangi iritabilitas saraf. Gangguan-gangguan seperti imsomnia, ketegangan, sakit kepala dan kondisi kondisi lain yang diakibatkan oleh stress merespons kekuatan penyembuhan dari sentuhan seperti kembalinya kedamaian dan hemike dalam pikiran yang kacau balau, dan ketika dalam mengahadapi pertandingan-pertandingan olahraga akan baiknya melakukan rileksasi seperti massage. (http://ws-or.blogspot.com/2011/09/sport-massage.html)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar