A.
Pengantar Anatomi
Anatomi berasal dari
bahasa Yunani yang terdiri sari ana yang artinya
memisah-misahkan atau mengurai dan tomos artinya
memotong-motong. Maka anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur tubuh
manusia dan hubungan bagian-bagiannya dengan yang lain. Sama halnya yang
dikemukakan oleh Syaifuddin (2002 : 8) anatomi adalah ilmu betuk dan susunan
tubuh dapat diperoleh dengan cara mengurai badan melalui potongan bagian-bagian
dari badan dan hubungan alat tubuh satu dengan yang lainnya. (Drs. H.
Syaifuddin, AMK/Penerbit Buku Kedokteran EGC/Halaman viii/tahun terbit 2002).
Ad.1. Sistem Skeleton
Sistem skeleton adalah sistem yang terdiri dari tulang
(rangka) dan struktur yang membangun (sendi) di antara tulang-tulang. Secara
umum fungsi dari sistem skeleton adalah :
1. Membentuk untuk
menopang tubuh,
2. Sebagai alat gerak
pasif,
3. Melindungi organ-organ
internal,
4. Menyimpan dan
melindungi sumsum tulang,
5. Menyediakan untuk
menyimpan kelebihan kalsium, dan
6. Menyimpan lemak.
Pada manusia rangka dapat dibagi menjadi dua bagia besar,
yaitu rangka aksial (membentuk sumbu tubuh, meliputi tengkorak, kolumna
vertebra, dan toraks) dan rangka apendikular (meliputi ekstremitas superior dan
inferior).
Ad.2. Sistem
Muscularis
Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh manusia
dan hewan yang berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang.
Otot diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu :
1. Otot Rangka
Otot rangka juga di sebut otot skelet atau otot serat
lintang, otot bercorak, otot lurik dan musculus striata. Pada umumnya otot
melekat pada dua tulang lebih, sehingga tiap otot mempunyai dua tempat pelekat.
Istilah perlekatan pada segmen tulang biasanya digunakan:
a. Punctum fixum
(origo) yaitu perlekatan otot pada segmen tulang yang tidak ikut
bergerak.
b. Perlekatan proximal,
yaitu perlekatan otot pada segmen tulang yang berada disebelah proximal
(terletak lebih dekat dengan sentrum badan).
2. Otot Polos
Otot ini juga disebut musculus nontriata, otot alat dalam,
otot tak sadar. Otot yang ditemukan dalam organ pencernaan dan pembuluh
darah, bekerja dengan pengaturan dari sistem syaraf tak sadar atau saraf
otonom.Otot polos dibentuk oleh sel-sel otot yang terbentuk dari gelendong
dengan kedua ujung meruncing, serta mempunyai satu inti tunggal.
3. Otot
Jantung
Otot yang bekerja khusus untuk memompa darah pada jantung
ini adalah jaringan otot yang sanggup berkontraksi secara terus-menerus
tanpa henti. Pergerakannya tidak dipengaruhi sinyal saraf pusat. Otot jantung
dapat dipengaruhi oleh interaksi syaraf simpatetik atau parasimpatetik yang
memperlambat atau mempercepat laju denyut jantung, namun tidak dapat
mengontrolnya secara sadar.
Ad.3. Sistem
Sirkulasi
Sistem sirkulasi merupakan sistem peredaran darah ke seluruh
tubuh melalui oksigen yang dikirimkan melalui darah sebagai alat
transportasinya. Alat transportasi pada manusia terutama adalah
darah, sistem peredaran pada manusia tersusun dari jantung pusat utama,
pembuluh-pembuluh darah dan darah itu sendiri.
- Jantung
mempunyai 4 ruang yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik
(ventrikel) yang terletak di dalam rongga dada sebelah kiri di atas
diafragma.
- Pembuluh
Darah Pembuluh darah terdiri atas arteri dan vena. Arteri berhubungan
langsung dengan vena pada bagian kapiler dan venula yang dihubungkan oleh
bagian endotheliumnya.
Ad.4. Sistem
Respirasi (Pernapasan)
Sistem pernapasan pada manusia merupakan sistem menghirup
oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses
pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama. System pernafasan
pada manusai mencakup dua hal yaitu : saluran pernafasan dan mekanisme
pernafasan.
Berikut adalah bagian-bagian organ alat pernapasan pada manusia
:
a. Hidung (Cavum
nasalis)
b. Tekak (Faring)
c. Tenggorokan
(Trakea)
d. Cabang tenggorokan
(Bronkus)
e. Bronkiolus
f. Alveolus
g. Paru-paru
Ad.5. Sistem Digestifa (Pencernaan)
Sistem pencernaan manusia atau sistem digestifa secara umum
berfungsi memproses makan yang kita makan. Sistem digestifa ini terdiri dari
beberapa orga dan kelenjar yang mencerna makanan, energi dan ekstrak nutrisi,
kemudian membuang produk sampingan berupa limbah. Saluran pencernaan terdiri
dari usus kecil, usus besar dan anus, organ sperti hati, kandung empedu, dan
pankreas juga meruapakan bagian dari sistem pencernaan.
Bagian organ sistem pencernaan manusia meliputi :
1. Mulut
Gigi Saliva Lidah
2. Kerongkongan/Esofagus
3. Perut/Lambung
4. Hati dan Kantung
Empedu
5. Pankreas
6. Usus Kecil
7. Katup Ileocecal
8. Usus Besar
9. Rektum
10. Anus
Ad.6. Sistem Nervus (Saraf)
Sistem
saraf adalah sistem koordinasi atau pengaturan tubuh berupa penghantaran impul
saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi
tanggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf adalah sel
saraf atau neuron. Sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh.
Iritabilitas memungkinkan makhluk hidup dapat menyesuaikan diri dan menanggapi
perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Jadi, iritabilitas adalah
kemampuan menanggapi rangsangan.
Ad.7. Sistem Endokrin (Hormon)
Sistem endokrin atau hormon adalah jaringan tubuh manusia
dari kelenjar yang menghasilkan lebih dari 100 hormon untuk mempertahankan dan
mengatur fungsi tubuh dasar manusia. Hormon adalah zat kimia yang dibawa dalam
aliran darah ke jaringan seluruh tubuh dan organ, merangsang mereka untuk
melakukan beberapa tindakan. Kelenjar dari sistem endokrin meliputi hipofisis,
pineal, tiroid, paratiroid, timus, pankreas, adrenal, dan ovarium atau testis.
Ad.8. Sistem Urinaria (Perkemihan)
Sistem perkemihan atau sistem urineri adalah suatu
sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari
zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih di
pergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam
air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih). Susunan sistem urinaria ialah
ginjal, ureter, vesikula urinaria (kantung kemih), dan uretra.
Ad.9. Sistem Mukosa
Sistem Mukosa imun adalah suatu bentuk imunitas
kekebalan tubuh yang bekerja di permukaan mukosa untuk mencegah
terbentuknya koloni bakterial dengan komponen utamanya antibody IgA.
Imonoglubulin ( IgA ) akan mengikat patogen sehingga patogen tidak bisa
menempel pada reseptor yang ada pada permukaan sel epitel pada mukosa. Sistem
imun mukosa 80% dari semua imunosit tubuh pada orang sehat.
Ad.10. Sistem Indera
Keadaan lingkungan sekitar kita dapat diperoleh melalui
indera kita, yaitu mata, telingan, hidung, lidah dan kulit merupakan sistem
indera manusia.
A. Pengantar Fisiologi
Fisiologi merupakan salah satu bidang ilmu yang mempelajari
fungsi dari tiap-tiap bagian tubuh atau jaringan-jaringannya. Sama halnya
seperti yang dikemukakan oleh Syaifuddin (2002 : 8) Fisiologi adalah ilmu
yang mempelajari faal, fungsi atau pekerjaan dari tiap
jaringan tubuh atau bagian dari alat tubuh
tersebut.(Drs.H.Syaifuddin,AMK/Penerbit Buku Kedokteran EGC/Edisi 3/Hal
viii/tahun terbit 2002)
B.1. Peranan Sport Massage Terhadap Sistem Muscularis
Seperti yang kita ketahui sport massage sangat berperan
dalam fungsi sitem otot, otot membutuhkan keseimbangan dalam kondisi rileks
atau ketika mengalami kontraksi. Beberapa kegiatan pijat/massage mampu
mengendurkan dan meregangkan otot dan jaringan-jaringan lunak dalam tubuh,
sehingga mengurangi ketegangan otot dan kram.
B.2. Peranan Sport Massage Terhadap Sistem Sirkulasi
Massage dapat menghilangkan tekanan pada arteri dan vena,
sehingga memperlancar aliran darah yang masuk mengalir dalam sistem sehingga
mengurangi kemungkinan timbulnya masalah pada sirkulasi dan ajntung.
B.3. Peranan Sport Massage Terhadap Sistem Respirasi
Atlit sering terjadi peningkatan aktivitas dalam paru-paru
maka massage akan memberi respon ketika itu terjadi. Ketika treatment tersebut
terus dilanjutkan, maka pernapasan menjadi lambat dan dalam. Jika perlu, ingus
dan sekresi bronchial juga bisa didorong keluar dari paru-paru dengan gerakan
perkusif pada punggung dan diatas paru-paru. (http://ws-or.blogspot.com/2011/09/sport-massage.html)
B.4. Peranan Sport Massage Terhadap Sistem Pencernaan
Massage bermanfaat ketika pijat mampu meningkatkan aktivitas
peristalitas (gerakan seperti gelombang) sehingga zat-zat faekal menghilang dan
pijat juga mengatasi sembelit. Pijat mampu memperkuat dinding otot-otot dari
usus dan abdomen, dan merangsang sekresi sisa pencernaan dari hati, pankreas,
perut, dan usus. Selain memperlancar pencernaan dan memproses makan, pijat juga
bisa meningkatkan penyerapan makanan yang dicerna. (http://ws-or.blogspot.com/2011/09/sport-massage.html)
B.5. Peranan Sport Massage Terhadap Sistem Nervus
Seperti kita ketahui sistem saraf yaitu sistem
koordinasi atau pengaturan tubuh berupa penghantaran impul saraf ke susunan
saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan
rangsangan. Dalam sport massage sangat berperan, efek massage terasa nyaman dan
sedatif dan mampu mengurangi iritabilitas saraf. Gangguan-gangguan seperti
imsomnia, ketegangan, sakit kepala dan kondisi kondisi lain yang diakibatkan
oleh stress merespons kekuatan penyembuhan dari sentuhan seperti kembalinya
kedamaian dan hemike dalam pikiran yang kacau balau, dan ketika dalam
mengahadapi pertandingan-pertandingan olahraga akan baiknya melakukan rileksasi
seperti massage. (http://ws-or.blogspot.com/2011/09/sport-massage.html)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar