Senin, 13 Juli 2015

Teknik-teknik pijatan sport massage

1. teknik efflurage 
          Effleurage merupakan salah satu teknik gerakan utama pijat yang menggunakan seluruh telapak tangan,jari ,dan punggung tangan yang mengusap tubuh berulang-ulang kali sesuai dengan aliran darah yang mengarah ke jantung teknik ini dapat dilakukan pada setiap area tubuh. teknik Ini menandai awal dan akhir dari pijat baik pijatan pertama dan pijatan akhir dan memfasilitasi aliran dari satu gerakan ke depan.untuk awalannya pemijat harus memberi minyak secara merata ke tubuh penerima. 

Selasa, 07 Juli 2015

anatomi dan fisiologi dalam massage

     A. Pengantar Anatomi
 Anatomi berasal dari bahasa Yunani yang terdiri sari ana yang artinya memisah-misahkan atau mengurai dan tomos artinya memotong-motong. Maka anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur tubuh manusia dan hubungan bagian-bagiannya dengan yang lain. Sama halnya yang dikemukakan oleh Syaifuddin (2002 : 8) anatomi adalah ilmu betuk dan susunan tubuh dapat diperoleh dengan cara mengurai badan melalui potongan bagian-bagian dari badan dan hubungan alat tubuh satu dengan yang lainnya. (Drs. H. Syaifuddin, AMK/Penerbit Buku Kedokteran EGC/Halaman viii/tahun terbit 2002).

Ad.1. Sistem Skeleton

Sistem skeleton adalah sistem yang terdiri dari tulang (rangka) dan struktur yang membangun (sendi) di antara tulang-tulang. Secara umum fungsi dari sistem skeleton adalah :
1.      Membentuk untuk menopang tubuh,
2.      Sebagai alat gerak pasif,
3.      Melindungi organ-organ internal,
4.      Menyimpan dan melindungi sumsum tulang,
5.      Menyediakan untuk menyimpan kelebihan kalsium, dan
6.      Menyimpan lemak.


Pada manusia rangka dapat dibagi menjadi dua bagia besar, yaitu rangka aksial (membentuk sumbu tubuh, meliputi tengkorak, kolumna vertebra, dan toraks) dan rangka apendikular (meliputi ekstremitas superior dan inferior).

            Ad.2. Sistem Muscularis
 Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh manusia dan hewan yang berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang. Otot diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu :

1.      Otot Rangka
Otot rangka juga di sebut otot skelet atau otot serat lintang, otot bercorak, otot lurik dan musculus striata. Pada umumnya otot melekat pada dua tulang lebih, sehingga tiap otot mempunyai dua tempat pelekat. Istilah perlekatan pada segmen tulang biasanya digunakan:
a.      Punctum fixum (origo) yaitu perlekatan otot pada segmen tulang yang tidak ikut bergerak.
b.      Perlekatan proximal, yaitu perlekatan otot pada segmen tulang yang berada disebelah proximal (terletak lebih dekat dengan sentrum badan).

2.      Otot Polos
Otot ini juga disebut musculus nontriata, otot alat dalam, otot tak sadar. Otot yang ditemukan dalam organ pencernaan dan pembuluh darah, bekerja dengan pengaturan dari sistem syaraf tak sadar atau saraf otonom.Otot polos dibentuk oleh sel-sel otot yang terbentuk dari gelendong dengan kedua ujung meruncing, serta mempunyai satu inti tunggal.

  
        3.      Otot Jantung
Otot yang bekerja khusus untuk memompa darah pada jantung ini adalah jaringan otot yang sanggup berkontraksi secara terus-menerus tanpa henti. Pergerakannya tidak dipengaruhi sinyal saraf pusat. Otot jantung dapat dipengaruhi oleh interaksi syaraf simpatetik atau parasimpatetik yang memperlambat atau mempercepat laju denyut jantung, namun tidak dapat mengontrolnya secara sadar.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghD3CFRfEof0dqxzQ77x_-GUDdbOv6sxaxpJocKVUVrZXejK3rMo2SFkkGQ5OpGcuSihu2BXhT8WylcJSFTteossj0gcgB1qCb-7OyT-cNUg9GxiSFxhZpUchiJALenBGnCOzMFcYE2fQY/s1600/Gbr+Bagian-bagian+otot.PNG

            Ad.3. Sistem Sirkulasi

Sistem sirkulasi merupakan sistem peredaran darah ke seluruh tubuh melalui oksigen yang dikirimkan melalui darah sebagai alat transportasinya. Alat transportasi pada manusia terutama adalah darah, sistem peredaran pada manusia tersusun dari jantung pusat utama, pembuluh-pembuluh darah dan darah itu sendiri.

  • Jantung  mempunyai 4 ruang yaitu dua serambi (atrium) dan dua bilik (ventrikel)  yang terletak di dalam rongga dada sebelah kiri di atas diafragma.
  • Pembuluh Darah Pembuluh darah terdiri atas arteri dan vena. Arteri berhubungan langsung dengan vena pada bagian kapiler dan venula yang dihubungkan oleh bagian endotheliumnya.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxwf7FIyOtHt7APtT5fnjKsH4WjynYm26_yvCC0TKqYMZMGrK3NBSdaTfsxJnPlhkzAst_hQZBXI5bVSOEJelTDadn-QDM-8RNK1XEeUHg24lYwqnuORhBfRNwUrP5OXXF-v8QkkOpE_b6/s1600/sirkulasi.gif


            Ad.4. Sistem Respirasi (Pernapasan)

Sistem pernapasan pada manusia merupakan sistem menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama.  System pernafasan pada manusai mencakup dua hal yaitu : saluran pernafasan dan mekanisme pernafasan.

Berikut adalah bagian-bagian organ alat pernapasan pada manusia :
a.       Hidung (Cavum nasalis)
b.      Tekak (Faring)
c.       Tenggorokan (Trakea)
d.      Cabang tenggorokan (Bronkus)
e.       Bronkiolus
f.       Alveolus
g.       Paru-paru

Ad.5. Sistem Digestifa (Pencernaan)

Sistem pencernaan manusia atau sistem digestifa secara umum berfungsi memproses makan yang kita makan. Sistem digestifa ini terdiri dari beberapa orga dan kelenjar yang mencerna makanan, energi dan ekstrak nutrisi, kemudian membuang produk sampingan berupa limbah. Saluran pencernaan terdiri dari usus kecil, usus besar dan anus, organ sperti hati, kandung empedu, dan pankreas juga meruapakan bagian dari sistem pencernaan.

Bagian organ sistem pencernaan manusia meliputi :
1.      Mulut
         Gigi         Saliva         Lidah
2.      Kerongkongan/Esofagus
3.      Perut/Lambung
4.      Hati dan Kantung Empedu
5.      Pankreas
6.      Usus Kecil
7.      Katup Ileocecal
8.      Usus Besar
9.      Rektum
10.  Anus
Ad.6. Sistem Nervus (Saraf)

            Sistem saraf adalah sistem koordinasi atau pengaturan tubuh berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Unit terkecil pelaksanaan kerja sistem saraf adalah sel saraf atau neuron. Sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas memungkinkan makhluk hidup dapat menyesuaikan diri dan menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Jadi, iritabilitas adalah kemampuan menanggapi rangsangan.


Ad.7. Sistem Endokrin (Hormon)

Sistem endokrin atau hormon adalah jaringan tubuh manusia dari kelenjar yang menghasilkan lebih dari 100 hormon untuk mempertahankan dan mengatur fungsi tubuh dasar manusia. Hormon adalah zat kimia yang dibawa dalam aliran darah ke jaringan seluruh tubuh dan organ, merangsang mereka untuk melakukan beberapa tindakan. Kelenjar dari sistem endokrin meliputi hipofisis, pineal, tiroid, paratiroid, timus, pankreas, adrenal, dan ovarium atau testis.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmRx2dtNolX55XhjmWjxvJfdW_vs0rgFXJWN1ssdARCkjyLbUBnLz2KwZTP-5RWjj-mZ7ZYtU_R9PNSDSBg5AsrglEPupyUKIB_ffSMwpO7A4E7nh-VGO735Gl4hFN8KwFlP6BTuUpINd3/s320/sistem-endokrin-1-638.jpg




Ad.8. Sistem Urinaria (Perkemihan)

Sistem perkemihan atau sistem urineri adalah suatu sistem dimana terjadinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih di pergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan oleh tubuh larut dalam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih). Susunan sistem urinaria ialah ginjal, ureter, vesikula urinaria (kantung kemih), dan uretra.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhi0oC5QP19m8DKRdqkxGK9fFOaLa_4JAuTDNnJLJIRgbzoU294iUu9EpqEicQkVtz2UGCqFELTONrpuO9GhBgnfrzpd5zisYVr6UpF9OltzhjvyF-q2sF9j_0Padm7TnSPW5qyLfuGIs4F/s1600/Anatomi+Dan+Fisiologi+Sistem+Perkemihan+%2528Urinaria%2529.jpg


Ad.9. Sistem Mukosa

Sistem Mukosa imun adalah suatu bentuk imunitas kekebalan tubuh  yang bekerja di permukaan mukosa untuk mencegah terbentuknya koloni bakterial dengan komponen utamanya antibody IgA. Imonoglubulin ( IgA ) akan mengikat patogen sehingga patogen tidak bisa menempel pada reseptor yang ada pada permukaan sel epitel pada mukosa. Sistem imun mukosa 80% dari semua imunosit tubuh pada orang sehat.


Ad.10. Sistem Indera

Keadaan lingkungan sekitar kita dapat diperoleh melalui indera kita, yaitu mata, telingan, hidung, lidah dan kulit merupakan sistem indera manusia.

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTnAMMuqOZM8vaZcJ8WyeXS7EnR9zpMVBY-bZuK5ofoItwo-BId2VHadcLX9tztb3cyRKCeQgmXSk0wEl47ByaBU6A-1Cz0CZk3G-vRB5BxzMXoLxJmR4qjfHiPNs_hp8qc4lF68IDWrMc/s320/panca+indra.jpg



       A. Pengantar Fisiologi

Fisiologi merupakan salah satu bidang ilmu yang mempelajari fungsi dari tiap-tiap bagian tubuh atau jaringan-jaringannya. Sama halnya seperti yang dikemukakan oleh Syaifuddin (2002 : 8) Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari faal, fungsi atau pekerjaan dari tiap jaringan tubuh atau bagian dari alat tubuh tersebut.(Drs.H.Syaifuddin,AMK/Penerbit Buku Kedokteran EGC/Edisi 3/Hal viii/tahun terbit 2002)  


B.1. Peranan Sport Massage Terhadap Sistem Muscularis

Seperti yang kita ketahui sport massage sangat berperan dalam fungsi sitem otot, otot membutuhkan keseimbangan dalam kondisi rileks atau ketika mengalami kontraksi. Beberapa kegiatan pijat/massage mampu mengendurkan dan meregangkan otot dan jaringan-jaringan lunak dalam tubuh, sehingga mengurangi ketegangan otot dan kram.


B.2. Peranan Sport Massage Terhadap Sistem Sirkulasi

Massage dapat menghilangkan tekanan pada arteri dan vena, sehingga memperlancar aliran darah yang masuk mengalir dalam sistem sehingga mengurangi kemungkinan timbulnya masalah pada sirkulasi dan ajntung.


B.3. Peranan Sport Massage Terhadap Sistem Respirasi

Atlit sering terjadi peningkatan aktivitas dalam paru-paru maka massage akan memberi respon ketika itu terjadi. Ketika treatment tersebut terus dilanjutkan, maka pernapasan menjadi lambat dan dalam. Jika perlu, ingus dan sekresi bronchial juga bisa didorong keluar dari paru-paru dengan gerakan perkusif pada punggung dan diatas paru-paru. (http://ws-or.blogspot.com/2011/09/sport-massage.html)


B.4. Peranan Sport Massage Terhadap Sistem Pencernaan

Massage bermanfaat ketika pijat mampu meningkatkan aktivitas peristalitas (gerakan seperti gelombang) sehingga zat-zat faekal menghilang dan pijat juga mengatasi sembelit. Pijat mampu memperkuat dinding otot-otot dari usus dan abdomen, dan merangsang sekresi sisa pencernaan dari hati, pankreas, perut, dan usus. Selain memperlancar pencernaan dan memproses makan, pijat juga bisa meningkatkan penyerapan makanan yang dicerna. (http://ws-or.blogspot.com/2011/09/sport-massage.html)

B.5. Peranan Sport Massage Terhadap Sistem Nervus

Seperti kita ketahui sistem saraf yaitu sistem koordinasi atau pengaturan tubuh berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemrosesan impul saraf dan perintah untuk memberi tanggapan rangsangan. Dalam sport massage sangat berperan, efek massage terasa nyaman dan sedatif dan mampu mengurangi iritabilitas saraf. Gangguan-gangguan seperti imsomnia, ketegangan, sakit kepala dan kondisi kondisi lain yang diakibatkan oleh stress merespons kekuatan penyembuhan dari sentuhan seperti kembalinya kedamaian dan hemike dalam pikiran yang kacau balau, dan ketika dalam mengahadapi pertandingan-pertandingan olahraga akan baiknya melakukan rileksasi seperti massage. (http://ws-or.blogspot.com/2011/09/sport-massage.html)

sejarah massage



D. Sejarah massage
        Kata massage berasal dari kata Arab “mash” yang berarti “menekan dengan lembut” atau kata Yunani “massien” yang berarti “memijat atau melulut”. Selanjutnya massage disebut pula sebagai ilmu pijat atau ilmu lulut. Dalam bahasa Indonesia, tulisan “massage” di adaptasi menjadi masase. Para pelaku massage biasa disebut sebagai masseur untuk pria dan masseus untuk wanita yang diambil dari bahasa Perancis.
Sejarah masase terungkap dengan penemuan artefak oleh para arkheolog yang menunjukkan penggunaan masase di sejumlah wilayah di dunia. Meskipun tidak ada bukti pre-historis langsung yang menjelaskan penggunaan masase untuk alasan-alasan medis, bukti tidak langsung sangat jelas menunjukkan kaitan masase dengan medis. Lukisan-lukisan di gua Eropa (abad 15000 SM) misalnya, menunjukkan apa yang bisa disebut sebagai kegunaan sentuhan terapi.
Penggunaan pijat telah terdaftar awal 2200SM di Mesir, dan sekitar 1400 SM di tua Budaya Cina (Calvert 2002). Di Yunani kuno, Hippocrates (460-377 BC).

1.     Bangsa Cina Purba
Dari buku-buku yang dianggap suci oleh bangsa Cina purba diantaranya buku KONG FU (kira-kira 3000 th SM), terdapat tulisan-tulisan yang menyatakan bahwa bangsa Cina purba pernah melakukan massage dan senam sebagai cara untuk pengobatan (Heilgymnas).


2. Bangsa India
Sebuah buku peninggalan bangsa India “ Veda” (kira-kira th 1800 SM) dari salah satu bab yang berjudul Ayur, terdapat ulasan panjang lebar tentang kesehatan, massage dan senam penyembuhan. Di antaranya terdapat sebuah kalimat yang berbunyi : “Bangun pagi-pagi, cuci mulut, menggosok seluruh tubuh kemudian melakukan senam pagi”.

3. Bangsa Mesir dan Persia purba
Dari peninggalan-peninggalan benda-benda relief bangsa Mesir maupun bangsa Persia purba dapat disimpulkan bahwa mereka telah mengenal massage. Untuk merawat kulit, bangsa Mesir purba menggosok tubuhnya dengan lumpur yang berasal dari sungai nil  dan kemudian berjemur dalam terik matahari.

4. Bangsa Yunani Purba
Bangsa Yunani purba memiliki ahli-ahli massage, yang sedikit banyak mewariskan pada kita tentang pengertian-pengertian massage yang dilakukan orang pada saat itu. Bangsa Yunani menyebut massage dengan kata “Anatripsi”. Seorang dokter yang terkenal pada saat itu, Hypocrates (460-377 SM), banyak mengemukakan tulisan-tulisan mengenai soal-soal medis dan massage. Di antara hasil karyanya ialah sebuah buku yang berjudul GYMNASTICA.
Dokter lainnya ialah Gaelenos (kira-kira 131 th SM), membawa dan menyebarkan pengetahuan massage ke Roma sehingga bangsa Roma banyak meniru bangsa Yunani. Sport massage menjadi lebih popular lagi dengan adanya pertandingan-pertandingan Gladiator.

5. Abad ke-sembilan belas
Pada awal abad ke-  19 tidak terdapat kemajuan yang berarti bagi perkembangan yang berarti bagi perkembangan massage. Pada saat itu seorang dokter bangsa Belanda bernama John G. Mezger (th 1838-1909) banyak mempelajari buku-buku ciptaan Ling dan ahli-ahli bangsa Perancis diantaranya Tissot (th 1780) dan dr. Hildebrand. Sebagai masseur beliau dianggap berhasil dengan benyaknya pendeta yang berdatangan dari segala penjuru untuk meminta pertolongannya. Bahkan banyak pula dari kalangan keluarga kerajaan. Percobaan-percobaan selanjutnya banyak dilakukan dalam bidang massage, itulah permulaan pemikiran terhadap pengetahuan massage secara ilmiah. Usaha tersebut dilanjutkan oleh Prof. Kirchberg yang kemudian menerbitkan buku sport massage.

6. Akhir abad Sembilan belas
Pada akhir abad ini sport massage berkembang semakin meluas dan popular, terutama di negara Eropa dengan banyaknya didirikan lembaga-lembaga pendidikan sport massage. Secara resmi Belanda untuk pertama kalinya menyelenggarakan ujian sport mssage pada tahun 1965, atas kerjasama dengan beberapa pimpinan organisasi olahraga, antara lain Ministeris Van Cultuur, Recretie en Maatschappelijk Werk dan Nederlanndsche gennootschap Voor Heilgymnastiek, Masase en Physiotherapie. Di Amerika sport masseur mulai dikenal oleh umum sejak tahun 1865 sewaktu diadakan pertandingan football yang pertama antar sekolah lanjutan.
Di Indonesia sport massage bertambah populer lagi di kalangan atlit pada pemusatian latihan Nasional Asian Games IV, Ganefo I, Olympiade Tokyo, maupun di PON. Dengan demikian maka pengetahuan tentang sport massage merupakan suatu keterampilan khusus  di dalam olahraga Indonesia.

7. bangsa india
          Di India, di mana gulat selalu menjadi populer dalam olahraga, pijat telah digunakan sebagai modalitas penyembuhan untuk pegulat sejak zaman kuno. Ketika orang biasa yang membutuhkan perawatan pijat mereka sering disebut spesialis dalam terapi sentuhan; itu
terapis pijat berlatih juga untu kepentingan pegulat.
(Calvert 2002).

8. bangsa swedia
          The "Swedia movemont Cure" awalnya didirikan oleh pagar utama dan profesor Per Henrik Ling (1776-1839). Ini adalah konsep fisik olahraga, termasuk gizi, pijat, dan jaringan lunak peregangan, semua digunakan sebagai salah satu konsep terpadu. Itu teknik, kemungkinan dipengaruhi dari Cina, India, sumber Yunani kuno, dan Romawi, yang digunakan untuk menghasilkan kesehatan secara keseluruhan dan mengobati patologis tertentu kondisi (Taylor 1860). Ling awalnya dikembangkan sistem latihan senam, yaitu "alam
senam, "dirancang untuk menghasilkan manfaat kesehatan. Pada tahun 1813 Ling didirikan Royal Senam Tengah Institute di Swedia, mendidik instruktur senam (Taylor 1860). Institut masih ada hingga sekarang di Stockholm sebagai "Swedish School of Sport dan Ilmu Kesehatan, "mendidik calon fisik guru pendidikan dan pelatih olahraga khusus.

9. bangsa firlandia
          Dengan pengaruh dari bentuk pijat Swedia, negara tetangga Finlandia mengembangkan salah satu sistem spesifik pertama pijat olahraga di awal dari tahun 1900-an. Budaya pijat di Finlandia adalah
kuat, dan penggunaan pijat pada atlet menjadi perpanjangan alami.
H. Australia Joseph Fay dijelaskan penggunaan pijat pada atlet di acara-acara internasional pada tahun 1916. Dalam buku pijat Ilmiah nya untuk atlet dia dijelaskan penggunaan pijat untuk menghapus otot
produk beracun, dan untuk mempromosikan pertumbuhan otot dan tulang (Benjamin & Lampu 1996).Selama 1924 Olimpiade di Paris
Finlandia pelari Paavo Nurmi, dijuluki oleh pers "Finn terbang," memenangkan lima medali emas, dan ia tampaknya berlari 1,5 km dan 5 km ras dengan hanya 30 menit beristirahat antara dua peristiwa. Paavo Nurmi membawa terapis pijat sendiri untuk permainan agar menerima pijatan setiap hari sebelum menghadapi  kompetisi dan setelah kompetisi.

Pijat telah lama dikenal manusia terutama manusia dari timur. Pijat ini telah berabad-abad dilakukan oleh nenek moyang kita, bahkan menjadi suatu kebiasaan-kebiasaan atau suatu kegemaran terutama dikalangan kaum bangsawan dan orang-orang atasan. Sebab dengan pijat dapat diharapkan manfaat timbulnya perasaan hangat, segar dan nyaman pada tubuh.
Raja-raja mempunyai rombongan abdi-abdi yang bertugas untuk memijat, yang biasanya dilakukan oleh orang-orang buta atau orang-orang ahli pijat yang sengaja dibutakan, disamping pertimbangan tata kesusilaan, mereka menganggap pula bahwa orang buta mempunyai kecakapan yang lebih baik dalam memijat. Hal ini dapat dimengerti, sebab dengan tidak berfungsinya salah satu indera penglihatan, kemampuan indera ini dapat pindah ke indera peraba atau indera perasa berfungsi untuk memberikan perasaan nyaman terhadap orang lain biasanya dilakukan orang buta.
Pijat masih dianggap rendah di dalam masyarakat kita sehingga pijat mempunyai kedudukan sangat rendah dalam pandangan setiap orang. Dukun-dukun pijat selalu mendapat ejekan sehari-hari. Meskipun demikian pijat terus hidup subur dan berkembang meluas, hanya sayang  sekali tanpa mengalami kemajuan-kemajuan apa lagi kemajuan dalam segi keilmuannya. Pijat yang sekarang dilakukan oleh orang adalah sama dengan pijat yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita beberapa abad yang lampau tanpa mengalami perubahan dan perkembangan.
Pijat yang sebenarnya dimiliki orang-orang timur, tetapi karena kurang bangsa-bangsa timur untuk menyelidikinya, menyebabkan munculnya orang-orang barat yang merasa perlu untuk mengambil alih. Pijat di bawa pulang kenegerinya dan diselidikinya dari segala segi terutama segi keilmuannya ialah ilmu tentang anatomi tubuh manusia menjadi basis penyelidikannya. Di samping itu ilmu tentang Physiologi, Pathologi dan hygine juga menjadi ilmu penunjang di dalam penyelidikannya.
Kemudian dalam bentuk yang lebih sempurna, pijat diberi nama massage (diambil dari bahasa Francis) kembali pijat ke timur lagi. Patut dicatat disini nama-nama bangsa barat yang berjasa menemukan sistem dalam melakukan massage ialah : Prof. Thomson, Hoffa dan Goch. Sedang Head dan Mackensie adalah orang-orang yang mempunyai arti penting dalam memelihara dan mengembangkan dalam pengetahuan Massage.
Pengetahuan massage ini telah mulai berkembang di negara kita, dan diharapkan massage modern ini akan segera dapat menggantikan pijat yang masih kuno, yang masih menguasai di seluruh masyarakat kita. Bersamaan dengan ini akan lenyap pandangan rendah terhadap massage. Perintisan pendidikan massage di Indonesia dilakukan pada tahun 1958 - 1964 oleh Ern Till ahli massage dari Jerman di Rehabilitasi Centrum Surakarta. Kursus massage diselenggarakan bagi penyandang cacat netra yang hasilnya ±100 orang lulus lengkap dengan mendapat ijazah. Selain melatih orang penyandang cacat netra Ern Till juga melatih orang-orang awas untuk menjadi ahli pijat atau pelatih pijat.
Usaha-usaha uotuk lebih meningkatkan mutu dan memanfaatkan massage di Indonesia, sekarang nampak makin jelas Departemen Sosial melalui Panti Sosial Bina Netra menyelenggarakan latihan keterampilan massage. Hasilnya sekarang masseur-masseur penyandang cacat netra telah tersebar di Indonesia hidup mandiri dengan keterampilan massagenya.

    10.  Era Modern 
            Era massage modern mulai pada awal abad 19, ketika banyak penulis mendukung massage dan mengembangkan system mereka sendiri. Penulis yang paling ternama adalah Pehr Hendrik L (1776-1839), seorang ahli fisiologi Swedia dan instruktur kebugaran/ senam. Melalui pengalamannya di Universitas Lund dan Swedish Royal Central Institute Gymnastic, Ling mengembangkan sistem senam kesehatan dan latihannya sendiri, yang dikenal dengan Ling System Swedish Movements (gerakan Swedia system Ling), atau Swedish Movement Cure (Perawatan Gerakan gaya Swedia).Fokus utama dari karya Ling ada pada senam/kebugaran yang diterapkan pada perawatan terhadap penyakit dan atau cedera. Dalam hal ini, Ling merupakan mendukung Medical Gymnastics suatu subyek/ topic yang dipromosikan lebih dari 2000 tahun oleh Herodicus, seorang pengajar dari sekolah Hippocrates. Menurut Ling, gymnastic/senam medis adalah senam yang dilakukan dengan posisi yang tepat baik secara sendiri ataupun dengan bantuan orang lain, kita mencoba dengan mempengaruhi gerakan guna mengurangi ataupun mengatasi penderitaan yang muncul melalui kondisi-kondisi yang abnormal.



11 . SEJARAH PERKEMBANGAN SPORT MASSAGE DI INDONESIA
Sport massage bertambah populer lagi di kalangan atlit pada pemusatian latihan Ganefo I, Olympiade Tokyo, maupun di PON. Dengan demikian maka pengetahuan tentang sport massage merupakan suatu keterampilan khusus  di dalam olahraga Indonesia.
Persiapan Indonesia menghadapi Asian Games IV tahun 1962 yang akan diselenggarakan di kota Jakarta, membuat Indonesia bersiap diri di segala bidang termasuk bidang kesehatan dan sport medicine. Dimana pada tahun 1960 Indonesia mendatangkan team ahli sport massage dari Swedia di pimpin Mr. Tills untuk mengajar sport massage bertempat di RC Solo, diadakan penataran, kepelatihan sport massage yang di ikuti oleh 40 orang pelatih dan guru olahraga dari seluruh Indonesia.
Selesai mengikuti kepelatihan sport massage para pelatih dan guru olahraga tersebut sebagian besar di terjunkan sebagai tenaga masseur yang menangani atlit-atlit Indonesia di Asian Games IV tahun 1962. Dari para pelatih dan guru olahraga inilah sport massage disebarkan ke daerah-daerah seluruh wilayah Indonesia. Setelah mempelajari manfaat sport massage yang dihubungkan dengan aktivitas olahraga, selanjutnya sport massage dimasukkan kedalam kurikulum pendidikan sebagai mata pelajaran di sekolah olahraga, dan diberian pada kursus-kursus kepelatihan olahraga.
Sumber:
Understanding Sports Massage, Patricia J. Benjamin, PhD
Scott P. Lamp, LMT
Second Edition http://imankoekoeh.blogspot.com/2013/12/sejarah-perkembangan-massage-dan-sport_2.html